• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words.

Saturday, 25 February 2017

Hidup di Akhir Pekan...

Tidak terasa waktu sudah menunjukkan akhir pekan. Saya mulai menyusun agenda. Saya tidak mau akhir pekan terbuang sia - sia, tiap detik, menit. karena akhir pekan adalah waktu yang berharga untuk Saya.

Akhir pekan menurut Saya adalah waktu yang sangat sibuk lebih sibuk dari 5 hari sebelumnya -_- lebih sibuk dari mengerjakan tugas, menyusun presentasi, dsb. -_-

Saya merasa hidup pada akhir pekan.. -_-

bangun tidur langsung cari makan, warung, pasar, rumah tapi paling penting pastinya mandi + keramas dulu. Akhir pekan merupakan waktu untuk berekspedisi. Dengan begitu Saya langsung memakai satelit dan mencari sinyal dimana ada tempat yang enak dan lezat dan tentunya murah. setelah mengetahui tempatnya Saya langsung meluncur kesitu dengan roketnya Doraemon. Perlu diketahui tempat - tempat yang pernah kudatangi untuk berekspedisi adalah sebagai berikut:

1. Warung nasi goreng depan kampus UNM Tidung / Jln Tamalate 1
     Disini menyediakan bukan hanya nasi goreng tetapi ada bakso, mie kuah or goreng. Tapi, kalau     makan disini seringnya nasi goreng. 1 porsi langsung kenyang. Isinya ada nasi, bakso / otak - otak, sawi, telur dadar, dan mentimun.

2. Warung gado - gado dekat kampus UNM Tidung / Jln. Tamalate 1
     selain gado - gado warung ini juga jual lauk pauk. Gado - gadonya enak tidak terlalu banyak gula merahnya dan kalau yang dipesan gado - gado pedas betul - betul pedas. Saya tidak terlalu suka makan makanan yang manis - manis -_- pantasan orangnya tidak...

3. Warung bakso Mas Anon (Jln. Tamalate 1).. Mas Gino (Jl. Pendidikan).. Mas Anon2 (Jl. M. Emmy Saelan)
     tiga - tiganya enak dan hampir semua menu dicoba. Kalau di Mas Anon lebih suka mie pangsitnya. enak kuahnya tidak bau karena ada beberapa tempat yang Saya tempati makan pangsit rasa ayamnya terlalu kuat. Terus isinya hanya kulit ayam -__- kalau disini daging ayam semua.. terus kerupuk pangsitnya gratis. Ada beberapa tempat kerupuk pangsitnya dibeli terpisah bahkan tidak tersedia sama sekali -_-.. Kalau di Mas Gino yang di Jln. Pendidikan hampir semua enak. Warung Mas Gino memang yang terbaitt.. menu paling suka bakso boom. Bahkan kalau makan disini sampai ke air - airnya.

4. Kebab turki Baba Rafi (Jln. Tamalate 1 atau Di Mall Panakkukang juga ada tapi lebih mahal. hehe)
     Ini pertama kalinya, hehe karena penasaran. Saya pesan kebab daging sapi yang unik itu dagingnya masih berwarna merah tapi matang. enak. 1 kebab = kenyang.

5. Warkop Apa Kabar? (Jl. M. Emmy Saelan 3 / samping kampus UNM Tidung)
    warkopnya sediakan makanan seperti mie instan tetapi ditambahkan sayur wortel dan buncis + telur. minumnya bisa kopi, capucino, atau pop ice. terus kecepatan wifinya sangatlah cepat. Puas download film. Tapi itu kita harus pesan sebelum memakai wifinya.

6. Bakso Senayan (Mall Ratu Indah)
     harga yang lebih mahal -_- baksonya enak kuahnya juga. mienya juga khas. untung bukan Saya yang bayar :P

7. Food Court MaRI
     makan mie kering disini enak. jus buah terong belanda disini diblender dengan kulitnya -_- tapi rasanya tidak pahit. Tidak terasa. Tapi, pernah coba mie kwiteau yang dipesan sama saudara, tak tahu kenapa mienya terasa pahit :P mungkin saat itu sedang sakit..

8. Bakso kuah coto samping MaRI (Jl. Mawas Raya)
     Baksonya enaakkk.. kuahnya juggaaaa... ramaaaiii...

9. Bakso Anon3 -_- (Mall Panakkukang)
    disini juga bukan hanya bakso.. ada nasi goreng, mie, soto ayam. dll. tidak kalah ramaaaiii.. bahkan orang mengantri karena penuh. enak. tapi lebih enak bakso mas Gino.

10. Warung pak Tjomot
       kalau disini memang lebih enak bersama keluarga. Saya pernah datang sama bapak dan saudara pesan mie goreng jakarta, udang krispi, dan ikan lele. Entah kenapa saya suka ikan lele. Apalagi sambalnya. wihh. Kalau dipikir, lele itu makannya kotoran supaya cepat besar -_- tapi saat itu hal tersebut terlupakan.

setelah perut terisi, barulah agenda liburan selanjutnya. 

Sebenarnya jalan - jalan terus lama - kelamaan membosankan. Karena setiap hari Saya selalu jalan - jalan. Minimal jalan menuju kampus. Kalau akhir pekan juga biasanya ke Gramedia. berjam - jam baca buku bahkan sempat duduk di pojokan baca bukunya. Tidak mampu beli hihihi kalau misalkan tidak baca, kerjanya lihat - lihat sampul. Banyak sampul buku yang menarik tapi tak tahu isinya. Soalnya masih terbungkus plastik. Atau diakhir pekan juga pulang ke kampung yang jaraknya 62 KM. Atau pulang ke kost terus main game yang tertunda 5 hari. Atau nonton film atau nonton orang main di TimeZone -_- atau mengerjakan yang lebih bermanfaat yaitu tulis postingan blog. Atau numpang ke XXI untuk cas HP kalau di kost mati lampu-_- 

Terakhir Saya ketawa... Happy Holiday!!!
     

      

Friday, 27 January 2017

Soal membungkus.. hmm..

Kali ini Saya mau share tentang membungkus. Ada 3 aspek (?) dalam bungkus membungkus. Berikut penjabarannya:

1.    Membungkus kado

Ini serius, dari zaman purba saya angkat tangan kalau disuruh membungkus kado. Yang simple saja, kalau Saya yang bikin hasilnya pasti kurang rapi *mukaditutup* apalagi kalau disuruh yang bentuk kemeja, permen, etc.

Kalau ada acara nikah atau akikah keluarga ataupun ulang tahun, etc. pasti Saya diharuskan untuk membawa kado. Saya biasanya pusing. Bagaimana cara bungkus kadonya? Masa mau dibungkus pakai kantong plastik hitam?

Untungnya My Dekkeng (?) atau kakak kandung yang serumah, cukup lihai bungkus kado. Tapi, itulah Dia biasanya bilang ke Saya

“belajarko.. nonton youtube sana”  

Sesungguhnya, Saya mau juga belajar bungkus kado. Sudah lihat youtube. Praktek. Ujung – ujungnya tidak sama dengan yang ada di youtube. Mungkin Saya harus praktek lagi. Tapi, kalau soal membungkus buku bisalah -_-

2.    Membungkus baju di tas (packing)

Sama kayak membungkus kado, urusan packing juga menjadi masalah dari dulu. Kalau urusan penting tidak penting barang itu dibawa sudah tahu. Tapi, cara mengatur baju baju itu ke tas yang Saya tidak tahu. Saya tidak bisa lipat baju yang rapi.  Kalau Saya yang atur tas yang isinya hanya baju sedikit tiba – tiba terlihat seperti tabung gas 10 kg. tapi, katanya kalau packing baju lebih baik digulung atau pakai vacuum bag. Saya pernah baca artikel yang pakai vacuum bag, betul – betul buat tumpukan bajunya jadi tipis.   

3.    Membungkus makanan

untuk satu ini juga bukan skill saya. Dulu itu Saya paling malas kalau disuruh membungkus makanan. Kan biasanya kalau di acara keluarga misalnya nikahan itu keluarga suruh bungkus makanan. Alasannya ribet, malas, malu, etc.

nah,  tapi setelah jadi mahasiswa, skill membungkus makanan Saya jadi lebih terasah. Siap selalu kalau di acara keluarga terus ada makanan favorit. Tapi, minta dulu pastinya. Perasaan malunya dibuang jauh – jauh.

Bahkan beberapa kali saya pulang ke kampong kalau ada makanan sisa terus tidak cepat basi. Pasti bungkus. Niat memang, apalagi kalau masakan mak.

Begitukah perjalanan hidup saya di dunia membungkus. Bagaimana dengan Agang?  

Monday, 12 December 2016

Di langit yang bergerak itu. Kira – kira apa?



assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh
selamat malam



langsung saja,saya sama bapak saya pernah melihat kayak cahaya bintang di langit. Saya kira itu bintang biasa, ternyata bintang itu berjalan. Bintang itu tidak mempunyai ekor jadi bukan komet. Kalau itu pesawat, masa’ pesawat itu terlalu tinggi terbangnya. Cahayanya agak redup. Cahayanya itu bergeraknya ke timur. Kira – kira kecepatannya kayak pesawat. Kira kira itu apa?
Mungkin agang pernah juga lihat itu. Jadi, kira –kira itu apa? Setelah searching – searching di google kemungkinannya banyak. Bisa saja pesawat. Baik itu pesawat komersial yang seperti garuda, adam air, dsb. Atau bisa juga pesawat tanpa awak. Hmm.. jangan – jangan waktu itu adalah pesawat tanpa awak buatan Indonesia. Atau pesawat antariksa. Bisa juga objek itu hanya sebuah bintang tapi terlihat bergerak karena ilusi optik. Ilusi ini biasanya terjadi apabila saat melihat bintang yang bercahaya terang dengan background yang kosong dan gelap.
Ada kemungkinan itu juga satelit artificial. Satelit artificial adalah sebuah objek buatan manusia. Saat ini kira – kira sekitar 35.000 satelit artificial dalam berbagai ukuran. Ada yang berukuran 10 meter dan ada yang hanya seukuran bola baseball. Pergerakan satelit – satelit ini dipantau oleh The Joint Space Operations Center (JSpOC) di California. Puluhan ribu objek tersebut merefleksikan cahaya matahari dengan ketinggian yang berbeda – beda antara 100 hingga 400 mil dari permukaan bumi. Ini menyebabkan kita bisa melihatnya dengan mata telanjang.
Ada objek buatan manusia yang paling besar dan paling terang namanya International Space Station (ISS). Panjangnya sekitar 109 m dengan panel surya seluas 4000 meter persegi.

Image result for international space station background

Karena perbedaan musim, kita hanya bisa melihat ISS pada bulan – bulan tertentu saja.
Image result for international space station background

Image result for international space station background

Di bawah ini rekaman videonya

Jika Agang tertarik untuk melihat salah satu ojek yang akan melintasi di langit daerah Agang, kunjungi website heavens-above.com untuk melihat jadwal penampakan satelit. Atau kunjungi Spaceflight.nasa.gov, pilih tempat tinggal Agang.
Selamat mengamati !
 



Sunday, 11 December 2016

Train to Busan : Genre Film Favorit


Ini merupakan film yang keren. Dari sekian film korea yang kunonton ini film korea pertama yang bertema zombie. Alasan Saya nonton film ini karena itu bagaimana film zombie jadinya kalau korea yang buat? Karena seperti yang kita tahu film - film zombie itu jagonya orang barat sana. Film ini sama sekali tidak mengecewakan, bahkan melebihi perkiraan Saya.

Trailer
Film ini seperti menceritakan penumpang yang terjebak di sebuah kereta, sementara wabah zombie melanda korea. Karakter tokohnya sangat kuat. Ada seorang ayah dan anak perempuannya yang masih kecil, seorang pria dan istrinya yang sedang hamil, dua nenek – nenek, sekelompok siswa SMA kayaknya, dan tokoh antagonisnya yaitu seorang businessman yang egois.
Di awal diceritakan seorang Ayah yang terlalu sibuk bekerja akhirnya meluangkan waktu untuk anak perempuannya. Dia akan mengantar anaknya ke Busan untuk bertemu mantan istrinya. Ini adalah keinginan anaknya di hari ultahnya. Tapi, awalnya Saya tidak tahu kalau anak itu perempuan. Hehehe. Namun, sebelum berangkat, seorang wanita yang terinfeksi virus zombie berhasil masuk ke kereta dan menularkan wabah menakutkan ke seluruh gerbong.
Film seperti ini memang jadi favorit Saya. Para penonton pasti greget ketika satu demi satu tokoh utamanya terbunuh. Yang jelas, ada banyak scene yang menegangkan dan awesome seperti para cowok berusaha menyelamatkan para cewek yang terjebak di gerbong lain dan terpaksa harus melewati gerbong – gerbong penuh zombie hanya berbekal senjata seadanya. Ada hal yang Saya pelajari disini. Yaitu, keberanian. Jelas terlihat dari tokoh bapak – bapak yang berupaya keras untuk melindungi istrinya yang hamil. Keberanian kayak begini betul - betul patut diberi jempol. Hal kedua adalah setia kawan dan rela berkorban.

Kalau dilihat – lihat film ini kayak film World War Z.

Sudah nonton film ini, Saya ke kamar kecil. Eh, pas dibuka pintunya, saya membayangkan dari dalam WC tiba – tiba ada zombie yang lompat ke arah Saya -_-

Saya kasih 9,5 / 10 untuk film ini. Sangat recommended.

Untuk yang ingin download. Silahkan ke situs di bawah ini;

Thursday, 1 December 2016

The Purge Election Year : PAS..


So, Saya yakin dari Agang ada yang mengikuti cerita film The Purge.


Rate menurut IMDb  : 6/10

Cast

Frank Grillo

Hasil gambar untuk frank grillo the purge

Elizabeth Mitchell
Senator Charlie roan
Hasil gambar untuk elizabeth mitchell the purge
Mykelti Williamson
Joe Dixon
Hasil gambar untuk Mykelti Williamson the purge
Joseph Julian soria
Marcos

Hasil gambar untuk joseph Julian soria the purge

Betty Gabriel
Laney rucker
Hasil gambar untuk Betty gabriel the purge
Terry serpico
Earl danzinger

Hasil gambar untuk Terry serpico the purge

Edwin hodge
Dante bishop
Hasil gambar untuk Edwin hodge the purge
Kyle secor
Minister Edwidge Owens
Hasil gambar untuk Kyle secor the purge

Director : james DeMonaco
Writer : James DeMonaco
Genre
Action, horror, SCI – FI, thriller.
Tanggal rilis
1 juli 2016
“The Purge : Election Year” adalah sebuah film yang dibuat untuk membuat Agang gusar. Ini merupakan film horror politik yang membuat kita bermain dengan naluri kita. Dalam adegan pembukaan, para anggota keluarga yang duduk di sofa, terikat, mulutnya tersumbat dengan kain dan berlumuran darah. Setelah itu muncul pembunuh yang bertopeng. Jadi, setiap tahun itu ada satu malam dimana terdapat hari “pembersihan”, dimana tidak ada aksi criminal yang dilarang. Nah, karena sekuel pertamanya sukses walaupun Saya belum nonton, maka dibuatlah sekuel keduanya.

Di sekuel barunya ini Leo Barnes sekarang kerjanya jadi kepala keamanan Senator Charlie Roan. Barnes harus melindungi Senator mati – matian karena Dia sedang mencalonkan untuk jadi presiden, Agang. 

Thursday, 17 November 2016

Kebanyakan Belum Tahu Kalau Belajar


Halo Agang, kita bertemu lagi! Semoga Agang belum bosan baca – baca postingan di sini. :P nah, dikesempatan kali ini saya mau menjelaskan tentang masalah dalam belajar.


Buat Agang, yang sekarang masih menyandang status pelajar, kalau dipikir – pikir belajar itu kayak makanan sehari – hari. Tentulah, sebagai manusia yang menyandang status pelajar, lingkungan pasti menuntut Agang untuk rajin belajar, mulai dari guru, orang tua, kakak, om, tante, kakek, nenek, dsb.

“Belajarlah rajin – rajin. Jangan nonton terus! Kalau nilai sekolah mu bagus, kan bisa mama banggakan saat majelis ta’lim nanti !,” kata mama – mama kebanyakan.

Mama kita kebanyakan belum tahu kalau belajar / menyerap ilmu itu tidak semudah menghabiskan makanan di balik tudung saji.

Belajar… apalagi kalau belajar yang efektif itu memang tidak mudah, ada banyak sekali masalah dan hambatannya. Dari niat untuk belajar saja sudah jadi masalah, belum lagi kalau catatan kurang lengkap, masalah baru lagi. Bahkan, baru buka buku  halaman kata pengantar sudah mengantuk. Iya, kan mengantuk itu merupakan masalah juga, terus kalau dipaksakan juga pasti ujung – ujungnya sia – sia, coba dibaca tidak masuk – masuk, langsung soal tidak ditahu mau jawab dari mana. Akhirnya? Ya nonton lagi! Hahahaha…

Oke, Agang cukup candaan garingnya, karena dalam postingan ini Saya mencoba untuk lebih serius dengan Agang. Yaitu masalah dalam belajar.

1.  Malas

Ini dia penyakit paling klasik yang sudah menyebari umat manusia dari generasi ke generasi. Penyakit ini biasanya datang tiba – tiba. Sudah tahu besok mau ulangan, tapi kenapa rasanya malas untuk buka buku, malas kerjakan tugas, pokoknya malas sekali!

Biasanya, guru sama orang tua bilang
“Ayoo.. jangan malas belajar, mau jadi apa kamu kalau diumur sekarang saja kamu sudah malas – malasan?”

Ya. Memang untuk bilang “Jangan malas!” gampang sekali, tapi kalau penyakit ini sudah menyerang, memang susah rasanya dilawan. Terus harus bagaimana?
Memang nasehat itu mau berapa kali didengar tidak akan bikin kita tidak malas. Hal pertama yang harusnya dilakukan yaitu identifikasi dulu apa masalahnya! Apa yang membuat kita menjadi malas belajar?

Atau secara umum, apa yang membuat kita tidak niat untuk melakukan sesuatu? Apa yang membuat kita tidak ada dorongan untuk melakukan sesuatu? Ya.. bisa macam – macam, tapi menurut Saya yaitu karena kegiatan tersebut kita anggap tidak menarik, membosankan, tidak jelas apa tujuannya, untuk apa, dsb.

Hal yang sama terjadi pada saat kita malas belajar. Kenapa kita malas untuk membuka buku pelajaran? Kenapa beban rasanya untuk mengerjakan tugas? Ya.. itu karena kita berpikiran kalau belajar itu adalah kegiatan yang tidak menarik, membosankan, tidak jelas tujuannya, untuk apa, dsb. Itulah pola pikir dalam pikiran kita yang menyebabkan kita malas.
Terus, kalau kita sudah tahu penyebabnya terus bagaimana? Ya kita perbaiki. Caranya mengubah cara pandang kita bahwa belajar itu suatu kegiatan yang menarik, mengasyikkan, bikin penasaran, bahkan bisa bikin ketagihan!

Masalahnya, bagaimana cara kita merubah cara pandang itu?     

2.  Belajar hanya mengejar nilai akademik

Apakah tujuan belajar itu hanya untuk dapat nilai bagus? Membanggakan orang tua? Gampang cari kerja dengan gaji yang besar? Dan hidup bahagia selama – lamanya?

Hihihi. Hidup tidak segampang itu. Sama seperti belajar yang tujuannya tidak sesempit hanya untuk mendapat nilai yang bagus saja. Kenapa belajar hanya mengejar nilai akademik itu termasuk masalah belajar?

Pernah dengar tidak pepatah seperti ini:
“anak yang nilainya selalu bagus biasanya kalah dalam hal kesuksesan karir, finansial, karya dsb dengan orang yang nilainya saat sekolah itu biasa – biasa saja”
????

Percaya atau tidak kalau menurutku ada benarnya juga. Tapi, bukan maksudnya kita jadi tidak boleh rajin belajar. Maksudnya begini ketika kita belajar hanya untuk mengejar nilai akademik, kita akan selalu terpaku pada satu indikator saja yang seolah – olah paling bisa yang mencerminkan kesuksesan itu adalah dengan mendapat nilai yang bagus. Padahal bukan hanya indikator itu saja yang harus kita pikirkan. Kalau kita hanya terpaku di situ saja kita akan menutup kesempatan dan peluang untuk belajar Sesutu yang jauh lebih berharga daripada sekedar nilai. Kita tidak akan belajar hal yang manfaatnya jauh lebih melekat kedalam diri sampai bertahun – tahun.

Jadi, kita explore-lah lebih banyak hal yang jauh lebih bermanfaat, mengembangkan bakat, hobby, menggali hal – hal yang tidak dipelajari disekolah, dsb.    

3.  Mengutuk diri sendiri bahwa “saya memang bukan anak yang pintar”

“saya memang dari dulu tidak pintar hafalan, jadi Saya malas belajar sejarah dan nilai selalu jelek”

Ini juga merupakan salah satu masalah dalam belajar. Ibaratnya, belum juga bertarung tapi sudah kalah duluan. Dengan mengutuk diri sendiri seperti itu akan menjadikan itu sebagai alasan kita untuk terima nasib dan tidak mau memperbaiki diri menjadi lebih baik.

4.  Tidak suka sama mata pelajaran tertentu

Ada tidak pelajaran yang Agang tidak suka? Sentuh bukunya saja malas, dengar langkah Sang guru masuk ke kelas saja rasanya mengantuk. Kalau ada tugas maunya salin tugas teman, kalau ulangan menyontek, kalau belajar selalu tunda – tunda. Lama kelamaan tambah menumpuk malasnya yang membuat kita tidak ingin bertemu sama pelajaran itu.

Ini mungkin agak sulit untuk diatasi karena kita harus melawan ego diri sendiri untuk keluar dari zona nyaman. Alasan dari masalah ini juga macam – macam ya.. seperti karena tidak suka dengan cara mengajar gurunya, atau mungkin dari kecil kita disugesti oleh kakak, teman – teman atau orangtua bahwa pelajaran itu susah dsb.

5.  Cara belajar yang salah

Banyak siswa yang sebetulnya sudah rajin belajar tapi dia belajar dengan cara yang salah. Pernah tidak Agang merasa sudah mati – matian belajar tetapi tidak dapat apa – apa? Sudah belajar dari siang sampai malam tetap ujian nilainya jelek, atau saat ditanya tiba – tiba langsung tidak mengerti apa – apa. Berikut contoh belajar yang salah:

a.   Belum mengerti konsepnya sudah mau coba latihan soal.
b.  Sibuk hafal rumus, tahun, istilah, nama orang dsb

Terus bagaimana cara belajar yang benar? Ada namanya itu deliberate practice. Deliberate practice adalah proses belajar yang menuntut pemahaman secara mendalam lalu kemudian dilatih secara penuh untuk setiap elemen yang terkait dengan ilmu tersebut.


Contohnya, kalau Agang belajar sepak bola. Pertama harus melatih skill – skill yang dasar dulu. Baru habis itu Agang belajar cara menggiring bola yang benar, cara tahan bola yang benar, keterampilan kaki kanan dan kaki kiri, dsb. Lalu coba latihan tanding sesekali, setelah itu evaluasi apa saja yang menjadi kelemahan Agang. Ini bisa dicoba disemua mata pelajaran.

6.  Semangat belajar yang tidak menetap
Kalau ini masalahnya dalam hal kedisiplinan. Disiplin disini bukan dimaksudkan berarti harus tepat waktu, mengikuti jadwal belajar. Tetapi, Agang konsisten dalam mengerjakan segala sesuatu sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Oke, ada tidak diantara Agang yang merasa ada  Salah satu, atau mungkin beberapa atau malah semuanya dari daftar diatas yang merupakan masalah Agang dalam belajar? 

Thursday, 10 November 2016

Membakar Apa yang Ada….. ITU SALAH !



Masih adakah yang ingat tanggal ini? Tanggal 28 oktober. Dimana diucapkan sumpah pemuda. Sumpah pemuda adalah salah satu tonggaksejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Menurut Saya, Sumpah Pemuda itu untuk memotivasi kita sebagai generasi muda untuk dapat memaknai arti dari kemerdekaan Negara kita ini. Caranya? Yaitu dengan mempertahankan kemerdekaan ini dan meneruskan semangat para pejuang zaman dulu dengan cara belajar yang giat dan berprestasi.

Coba kita lihat isi dari sumpah pemuda.

SUMPAH PEMUDA

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Lihatlah betapa kita harus bangganya atas semangat para pejuang zaman dahulu dalam mempertahankan Negara ini dari para penjajah.

Para pejuang ingin kita tidak membeda-bedakan Ras, Suku atau Adat istiadat, Namun nyatanya ulah pemuda sekarang, masih banyak pelajar yang tawuran, ini jelas menyimpang jauh dari Sumpah Pemuda. Mahasiswa yang berbeda pendapat dengan pihak tertentu, membakar apa yang ada, menghancurkan karena marahnya. Lima sila yang seharusnya terjaga dan teramalkan dengan baik sepertinya diacuhkan begitu saja oleh orang-orang yang mengaku kaum Intelektual ini. Masih adanya perang suku yang jelas-jelas didalamnya adalah sebagian besar pemuda suku tersebut, kenapa ada seperti ini?

Terus terang, secara pribadi saya masih ragu apakah makna Sumpah Pemuda ini betul - betul sudah dipahami oleh kita?

Tidak perlu berdebat masalah politik. lihat saja hal yang sederhana seperti kebiasaan berbahasa Indonesia di kehidupan sehari-hari.


“Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri”
-Ir. Soekarno-